Sunday, August 22, 2010

23 PELAJAR MALAYSIA KAJI KHASANAH MELAYU SAMBAS (dipetik daripada laman web kacamatan Sambas, KALBAR,Indonesia)


Ditulis oleh Humas
Kamis, 10 Juni 2010 00:0

23 Pelajar Universitas Malaya Malaysia melakukan penelitian akademi pengajian melayu di Sambas. Mereka melakukan pengkajian mulai Rabu (9/6) hingga Rabu (16/6). Pelajar negeri jiran itu sengaja menjadikan Sambas sebagai tujuan penelitian mendalami khasanah budaya dan seni melayu di Bumi Terigas.

Mereka didampingi satu dosen pembimbing, Dr Sudarsono. Kedatangan rombongan ke Sambas sudah disambut meriah dengan adat dan budaya melayu sambas. Musik tanjidor Nada Perantau Sekuduk dan Seni Zikir Taharan mengiringi langkah tamu menuju halaman Rumah Dinas Jabatan Bupati Sambas.

Ketua MABM dan beberapa tokoh masyarakat melayu lainnya melakukan budaya bepapas kepada ketua rombongan sekaligus dosen pembimbing dan beberapa perwakilan mahasiswa. Asisten II Setda Drs H Samingan Z MSi menyambut langsung rombongan didampingi Kadis Porabudpar, Sekretaris Bappeda, Perwakilan Camat Sambas, Muspika Sambas, beberapa pelaku budaya dan seni sambas, beberapa Kades dan orang tua angkat pelajar selama melakukan penelitian di Sambas.

Ramah tamah dipusatkan di Balairung Sari Rumah Dinas Jabatan Bupati Sambas, rombongan disuguhkan dengan menu makanan khas sambas, bubor paddas ditambah alunan lagu tanjidor seperti sungai sambas kebanjiran dan beberapa lagu melayu sambas lainnya. Bubor paddas mendapat hati dibeberapa pelajar negeri tetangga Indonesia itu. Beberapa dari mereka tidak segan-segan menambah porsi mencicipi menu itu.

Samingan dalam sambutannya mewakili Bupati Sambas mengucapkan selamat datang kepada semua rombongan. Dia berharap para pelajar betah dengan pelayanan yang disuguhkan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kabupaten Sambas. “Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas mengucapkan selamat datang di Kabupaten Sambas Indonesia, Kami sangat menyambut baik penelitian yang dilakukan pelajar malaysia, ini artinya perkembangan khasanah budaya dan seni melayu kita mendapat perhatian yang cukup besar dari daerah lain,” ujar dia.

Mantan Camat Paloh ini meminta agar hasil penelitian nantinya juga disampaikan kepada Pemda. Itu lanjut dapat dijadikan sebagai bahan referensi terutama memperbaiki apa yang menjadi kelemahan. “Kita berharap ini dapat menjadi awal baik guna meningkatkan nilai-nilai khasanah budaya dan seni yang ada di Bumi Terigas,” jelas dia.

Tajili salah satu koordinator penyambutan tamu itu menjelaskan bahwa kegiatan para pelajar selama seminggu di Bumi Terigas telah dilakukan penjadwalan. Kegiatan pertama para pelajar jelas Tajili yang merupakan PNS di Dinas Porabudpar Sambas ini adalah kegiatan yang telah dipersiapkan masing-masing desa tempat pelajar menginap. “Kita juga menjadwalkan pelajar mengunjungi situs sejarah budaya sambas, yakni Istana Al-Watzikoebillah Sambas, mengunjungi makam ratu sepudak dan melihat seni tradisional otar-otar,” ungkap Tajili.

Pelajar itu dipastikan dia akan banyak diperkenalkan kepada seni budaya yang ada, seperti seni ratib di Sebadi, pertunjukkan alok gambang, dan berbagai variasi dialek bahasa melayu yang berbeda-beda. Bahkan tajili menjelaskan telah menyiapkan sebuah prosesi adat perkawinan melayu sambas. “Banyak lagi agenda kegiatan yang telah kita persiapkan hingga hari terakhir mereka disini, kita berharap ini dapat menjadi salah satu langkah promosi memperkenalkan budaya dan seni melayu agar go internasional lagi,” harap dia.
 
*Jutaan terima kasih kepada kalian (pihak Sambas) kerana memberikan pengalaman yang cukup berharga. Semoga hubungan yang telah terbina menjadi utuh sehingga ke penghujung hayat. InsyaAllah...
 

No comments: